Katuk (Sauropus androgynus) merupakan tumbuhan sayuran yang banyak terdapat di Asia Tenggara. Tumbuhan ini dalam beberapa bahasa dikenali sebagai mani cai (马尼菜; bahasa Tionghoa) , cekur manis (bahasa Melayu) dan rau ngót (bahasa Vietnam). Daun katuk merupakan sayuran minor yang dikenal memiliki khasiat memperlancar aliran air susu ibu (ASI). Tanaman ini berbentuk perdu.
Tingginya mencapai 2-3 m. Cabang-cabang agak lunak dan terbagi Daun tersusun selang-seling pada satu tangkai, berbentuk lonjong sampai bundar dengan panjang 2,5 cm dan lebar 1,25-3 cm. Bunga tunggal atau berkelompok tiga. Buah bertangkai panjang 1,25 cm.
Tanaman katuk dapat diperbanyak dengan stek dari batang yang sudah berkayu, panjang lebih kurang 20 cm disemaikan terlebih dahulu. Setelah berakar sekitar 2 minggu dapat dipindahkan ke kebun. Jarak tanam panjang 30 cm dan lebar 30 cm. Setelah tinggi mencapai 50-60 cm dilakukan pemangkasan agar selalu didapatkan daun muda dan segar.
Hasil analisis GCMS pada ekstrak heksana menunjukkan adanya beberapa senyawa alifatik. Pada ekstrak eter terdapat komponen utama yang meliputi : monometil suksinat, asam benzoat dan asam 2-fenilmalonat; serta komponen minor meliputi : terbutol, 2-propagiloksan, 4H-piran-4-on, 2-metoksi-6-metil, 3-peten-2-on, 3-(2-furanil), dan asam palmitat. Pada ekstrak etil asetat terdapat komponen utama yang meliputi: sis-2-metil-siklopentanol asetat. Kandungan daun katuk meliputi protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B, dan C. pirolidinon, dan metil piroglutamat serta p-dodesilfenol sebagai komponen minor.
Dalam 100 g daun katuk terkandung: energi 59 kal, protein 6,4 g, lemak 1,0 g, hidrat arang 9,9 g, serat 1,5 g, abu 1,7 g, kalsium 233 mg, fosfor 98 mg, besi 3,5 mg, karoten 10020 mcg (vitamin A), B, dan C 164 mg, serta air 81 g. Tanaman katuk dapat meningkatkan produksi ASI diduga berdasarkan efek hormonal dari kandungan kimia sterol yang bersifat estrogenik. Pada penelitian terdahulu daun katuk mengandung efedrin.
Dengan banyaknya kandungan yang terdapat dari daun katuk, membuat sayuran ini banyak memiliki manfaat bagi tubuh manusia, antara lainnya adalah :
- Menambah produksi ASI
- Meningkatkan daya tahan tubuh
- Mencegah osteoporosis
- Mencegah gangguan mata
- Meningkatkan produksi sperma
- Mengatasi darah kotor
Bagi Anda ibu hamil dan ibu menyusui sangat disarankan untuk rajin mengkonsumsi daun katuk dan bisa diolah menjadi sayur. Karena kandungan kalsium dan mineral dalam daun katuk sangat membantu ibu hamil dan ibu menyusui untuk memproduksi ASI lebih banyak.
Salah satu kandungan yang terdapat dalam daun katuk adalah vitamin C. Karena vitamin C tersebut mampu membuat daya tahan tubuh Anda meningkat. Sama halnya dengan cara pemakaian daun katuk diatas, Anda bisa memasak daun katuk menjadi sayur atau oseng-oseng.
Manfaat daun katuk selanjutnya adalah mencegah osteoporosis. Sehingga bagi Anda yang sudah mencapai usia dewasa, karena daun katuk sangat bagus untuk mencegah keroposan pada tulang. Hal ini disebabkan karena daun katuk mengandug kalsium yang baik untuk pertumbuhan tulang.
Salah satu khasiat daun katuk adalah untuk menjaga kesehatan mata agar gangguan pada mata bisa di minimalisir. Karena dalam daun katuk terdapat vitamin A yang baik untuk menjaga kesehatan mata Anda.
Salah satu kegunaan daun katuk untuk kaum laki-laki adalah untuk menambah produksi sperma, karena daun katuk mengandung fitokimia yang mampu meningkatkan produksi sperma dan meningkatkan kesuburan para pria.
Untuk mengatasi darah kotor pada perempuan, Anda bisa menggunakan daun katuk agar sirkulasi darah Anda lancar dan tidak ada darah kotor yang terdapat pada sistem reproduksi wanita. Anda bisa mengkonsumsi daun katuk dengan memasaknya menjadi sayuran.
0 komentar:
Posting Komentar